Data Bencana Kota Medan

Diposting tanggal : 17 Desember 2013

KEJADIAN BENCANA, ANCAMAN BENCANA

DAN DATA BENCANA DI KOTA MEDAN

 

1.1   Kejadian Bencana Di Kota Medan

  1. 1.   Bencana Banjir Bandang

Kota Medan dilalui oleh 3 (tiga) sungai besar yaitu Sungai Belawan, Sungai Deli, dan sungai Denai, yang tersebar di wilayah Kota Medan. Hulu sungai Belawan berasal dari Kabupaten Karo sedangkan untuk Sungai Deli dan Sungai Denai, dan Sungai Denai berada di Kabupaten Deli Serdang.

Ratusan rumah di pinggiran Sungai Babura, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan, Sumatera Utara, 1 April 2011 terendam banjir hingga setinggi lebih 2 meter. Banjir yang melanda permukiman warga di Kelurahan Mangga, Perumnas Simalingkar, Medan tuntungan ini, terjadi akibat air kiriman dari hulu Sungai Belawan di kawasan Sibolangit Deli Serdang.

Sungai Babura merupakan salah satu anak sungai Deli tidak bisa menampung debit air yang tinggi, akibat hujan mengguyur wilayah Medan dan Deli Serdang. Banjir yang merendam ratusan rumah, membuat warga terpaksa mengungsi ketempat yang lebih tinggi.

  1. 2.   Bencana Banjir Rob

Banjir akibat air laut pasang (rob), terdapat di Kecamatan Medan Belawan, Medan Marelan dan Kecamatan Medan Labuhan sering terjadi tergenang air dengan ketinggian air mencapai 80 sampai 120 cm yang terjadi pada bulan mei 2012.

  1. 3.   Bencana Gempa Bumi

Ditinjau dari kondisi geologi Kota Medan dan sekitarnya, potensi bahaya gempa bumi akibat aktivitas vulkanik dan gempa tektonik. Terdapat 2 (dua) gunung api yang berpotensi menyebabkan gempa bumi, yaitu gunung Api Sibayak dan gunung  Api Sinabung yang terdapat di bagian Selatan Kota Medan, yang secara administrasi termasuk di Kab. Karo. Namun tingkat bahaya yang akan dampak dari kedua aktivitas tersebut tergolong sangat rendah. Hal ini dikarenakan Gunung Api Sibayak tergolong tipe C dan gunung Api Sinabung tipe B. Gunung Api tipe C, artinya gunung api tidak pernah (tercatat) meletus sejak tahun 1600 sampai sekarang, tidak ada lubang letusan ditubuh/puncaknya, tetapi ada kenampakan aktivitas panas bumi ( solfatara / fumarola).

Sedangkan gunung api tipe B artinya gunung api tidak pernah ( tercatat) meletus sejak tahun 1600 sampai sekarang, tetapi lubang letusan (kawah tidak aktif) di tubuh / puncaknya. Berdasarkan hal tersebut, maka tingkat bahaya gempa bumi vulkanik di Kota Medan tergolong rendah bahkan sangat rendah.

Wilayah Kota Medan ditinjau dari kondisi geologisnya tidak terdapat sumber maupun jalur atau zona utama gempa, dimana sumber-sumber gempa terjadi di luar Kota Medan. Namun demikian bila terjadi gempa bumi yang bersumber dari luar wilayah Medan, goncangannya dapat dirasakan.

Dalam kurun waktu 30 tahun atau dari tahun 1979-2008, BMG Wilayah Medan mencatat adanya 34 kejadian gempa yang goncangannya dapat dirasakan di Kota Medan. Keseluruhan kejadian gempa tersebut sumber daya atau pusat gempanya dari luar wilayah & tergolong gempa bumi dangkal (kedalaman < 50 Km). Dari kejadian-kejadian gempa tersebut, dengan mengacu pada skala MMI, tingkat goncangan gempa di Kota Medan secara umum tegolong dalam skala I-II MMI. Atau bila ditinjau dari tingkat goncangan menurut klasifikasi Rossi-Farel tergolong dalam tingkat goncangan mikroseismik – goncangan paling tinggi yang pernah terjadi adalah IV-V skala MMi atau tergolong goncangan lemah-kuat, dan itupun hanya terjadi ketika gempa bumi berkekuatan besar (> 8 SR), yaitu saat kejadian gempa di Aceh pada Desember 2004 dan Nias pada Maret 2005.

Gempa bumi berkekuatan besar (>8), yaitu saat kejadian gempa di Aceh pada Desember 2004 dan Nias pada Maret 2005.

Melihat tingkat goncangan gempa yang secara umum tergolong rendah, maka daerah-daerah di Kota Medan dapat digolongkan daerah yang tidak rawan terhadap bencana gempa bumi. Namun tetap perlu diwaspadai akan potensi bencana akibat goncangan gempanya, terutama didaerah atau lokasi yang memiliki tingkat kerapatan bangunan yang tinggi, terutama pada bangunan yang berkualitas rendah atau dengan jenis bangunan yang bertingkat.

  1. 4.   Bencana Kebakaran

Kejadian kebakaran di Kota Medan berdasarkan data dari Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (P2K) dari tahun 1999 hingga 2011 menunjukkan banyaknya kebakaran tunggal, yang tentunya disebabkan oleh kelalaian personal. Sedangkan kejadian kebakaran massal pada umumnya terjadi karena kedekatan jarak antara satu bangunan dan bangunan lainnya. Salah satu diantaranya adalah puluhan rumah terbakar didaerah Medan Area (21 September 2012) dan Medan Denai (10 Juni 2012).

1.2   Ancaman Bencana Di Kota Medan

  1. 1.   Bencana Banjir Bandang

Banjir bandang di Kota Medan merupakan kiriman air sungai dari daerah hulu atau Kota Brastagi yang melewati 12 Kecamatan dan 27 Keluruhan di Kota Medan, dan juga angin kencang yang diikuti angin puting beliung. Akibat yang ditimbulkan oleh banjir bandang ialah Melumpuhkan sektor ekonomi, merusak peralatan elektronik dan mempengaruhi kinerja masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan bertugas mempersiapkan dapur umum, pengobatan dan posko. 

  1. 2.   Bencana Banjir Rob

Banjir Rob adalah banjir yang disebabkan oleh pasangnya air laut. Banjir seperti ini kerap melanda di Kecamatan Medan Belawan, Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan Labuhan.

Akibat yang ditimbulkan banjir rob ialah lumpuhnya perekonomian disekitar bencana, merusak peralatan rumah tangga dan kesehatan masyarakat.

  1. 3.   Bencana Kebakaran

Bencana Kebakaran sering terjadi di perkotaan disebabkan kurangnya kewaspadaan pemilik atau pengguna bangunan akan keselamatan bangunan.

1.3                       Data Bencana Tahun 2012 – 21013 Kota Medan

  1. Kebakaran

No

Tanggal /Tempat

Kejadian Bencana

Jenis Bencana

Keterangan

1

06 Februari 2012

Jl. AR. Hakim Gg. Bakung Kelurahan Tegal Sari I Kec. Medan Area

Kebakaran

88 rumah hangus terbakar yang dihuni oleh 124 KK dan 542 jiwa.

Tidak ada korban jiwa.

 

 

2

11 Februari 2012

Jl. Brigjend Katamso Lk. VI Kelurahan Sukaraja Kec. Medan Maimun

Kebakaran

2 ruko hangus terbakar.

Korban luka sebanyak 3 orang, 3 unit sepeda motor, 1 unit mobil box dan 1 unit becak penjual air tebu.

 

3

20 Februari 2012

Jl. AR. Hakim Gg. Seto Kelurahan Tegal Sari II Kec. Medan Area

Kebakaran

18 rumah hangus terbakar yang dihuni oleh 26 KK dan 125 jiwa.

Tidak ada korban jiwa.

 

 

4

21 Maret 2012

Jl. Pajak Rambe (seberang tol) Gg. Buntu Lk. VI Kelurahan Martubung Kec. Medan Labuhan

Kebakaran

4 rumah hangus terbakar

Tidak ada korban jiwa.

Pemadam Kebakaran sebanyak 3 unit.

 

 

 

5

25 Juni 2012

TPI Bagan Deli Kelurahan Bagan Deli Kec. Medan Belawan

Kebakaran

1 orang korban jiwa

± 30 rumah hangus terbakar

 

 

 

6

21 September 2012

Jl. AR. Hakim GG. Bakung Lk. XII Kelurahan Tegal Sari I Kec. Medan Area

Kebakaran

8 rumah hangus terbakar yang dihuni oleh  8 KK dan 36 jiwa.

Tidak ada korban jiwa.

 

 

7

24 September 2012

Jl. Bromo Simp. Pancasila Lk. XII Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kec. Medan Denai

Kebakaran

4 ruko hangus terbakar.

Tidak ada korban jiwa, hanya ada 1 korban luka bakar.

 

Bantuan :

 

 

8

18 Oktober 2012

Jl. HM. Yamin Gg. Bidan No. 20 dan 22 lk. XV Kelurahan Sei Kera Hilir II Kec. Medan Perjuangan

Kebakaran

2 rumah hangus terbakar.

2 orang korban jiwa

 

 

 

 

9

21 Januari 2013

Jl. AR.Hakim Kel. Sukaramai I Kec. Medan Area

Jam : 02.00 WIB

Kebakaran

12 unit rumah hangus terbakar dan ruko

Tidak ada korban jiwa

 

 

  1. 2.   Banjir

 

1

05 Juli 2012

Jl. Setia Budi Gg. Abadi Kec. Medan Sunggal

Banjir

Tidak ada korban jiwa.

 

 

 

2

05 Oktober

Jl. Cinta Karya Gg. Landasan Kelurahan Sari Rejo I Kec. Medan Polonia

Hujan Deras dan Puting Beliung

4 rumah rusak (atap rumah beterbangan)

Tidak ada korban jiwa

 

 

3

21 Oktober

Kelurahan Kampung Aur dan Kelurahan Kampung Baru Kec. Medan Maimun

Banjir (sungai Deli meluap)

Ketinggian air ±1 meter dan membuat

Ratusan rumah penduduk terendam banjir

sekitar 40 KK mengungsi

Tidak ada korban jiwa

 

4

04 Januari 2013

6 (enam) Kelurahan di Kec. Medan Maimun yaitu Kel. Aur, Sukaraja, Sei Mati, Jati, Hamdan dan Kampung Baru.

Banjir (sungai Deli meluap)

Rumah penduduk terendam banjir sebanyak 1.633 KK dan 5.150 Jiwa

Tidak ada korban jiwa

 

 

5

13 Februari 2013

2 (dua) Kelurahan di Kec. Medan Petisah yaitu : Kel. Sei Putih Barat dan Kel. Sei Sikambing D

Banjir (meluapnya air sungai Sikambing)

 

Rumah penduduk yang digenangi air setinggi ± 60 cm sebanyak ± 180 KK

Tidak ada korban jiwa